Senin, 15 Desember 2014

Don’t Tell My Mother : Indonesia di National Geographic Channel

Don’t Tell My Mother : Indonesia di National Geographic Channel

Don’t Tell My Mother adalah serial dokumenter yang diputar di National Geographic Channel. Setiap minggunya, mereka mengunjungi negara-negara di berbagai belahan dunia. Mayoritas adalah negara-negara berkembang yang penuh konflik dan mengungkap sisi lain dari negara tersebut yang jarang diberitakan kepada khalayak umum. Kebetulan ketika saya menonton program ini, negara yang dikunjungi adalah : INDONESIA. Saya penasaran apa yang akan diungkap oleh Diego Buñuel (si presenter). Di awal acara, Diego menaiki sepeda motor dilatarbelakangi oleh gunung berapi yang mengepulkan asap tebal (sepertinya itu Gunung Bromo). Dia menjelaskan sebuah negara dengan jajaran gunung berapi aktif. Negara dengan 17.000 pulau dan menjadikannya ‘The Biggest Archipelago In The world’ dengan 239 juta penduduk. 90% warga negaranya memeluk agama islam, dengan kata lain : negara berpenduduk muslim terbesar di dunia. Tsunami, gempa, dan gunung meletus menjadi hal biasa di negara ini.



Mula-mula Diego mengunjungi Aceh. Dia menyebutkan, saat ini Aceh menjadi satu-satunya Provinsi di Indonesia yang menerapkan hukum Syariah dalam undang-undang. Penegakan hukum syariah semakin ketat pasca Tsunami yang merenggut nyawa lebih dari 100.000 penduduk Aceh. Karena mereka percaya, bahwa bencana tersebut merupakan azab karena meninggalkan hukum islam. Diego mengikuti polisi moral Aceh yang berpatroli dan merazia tempat-tempat mencurigakan. Dalam penjaringan pertama, mereka sukses menangkap wanita yang mengenakan rok mini (rok mini memang dilarang disini) dan seorang wanita lain yang berkerudung. DIa tertangkap basah sedang ‘melakukan sesuatu’. Dalam perjalanan Razia, Diego sempat heran. Dia menjumpai banyak pasangan laki-perempuan yang berboncengan mesra diatas sepeda motor tanpa sedikitpun merasa terusik dengan kedatangan Polisi Moral berseragam hijau yang penampilannya mirip-mirip Satpol PP. Dia bertanya kepada Hasan, salah satu seorang personil yang duduk di sebelah Diego. Rupanya mereka tidak ditangkap karena bisa jadi mereka adalah suami istri. Tampaknya mereka menganut azas praduga tak bersalah ya?.
Perjalanan razia selanjutnya, para personil menggerebek warung dengan pencahayaan minim. Ternyata sudah ada standar pencahayaan untuk warung yang buka di malam hari, agar tidak disalahgunakan oleh orang-orang yang ingin berbuat macam-macam. Kedatangan mereka secara tiba-tiba membuat para pelanggan warung melarikan diri, tanpa sempat membayar ke pemilik warung. Mungkin mangkok dan sendoknya masih dibawa juga? hehe.. Kontan saja, si pemilik warung yang masih muda marah-marah.
“Look! my customers runaway, It’s all your fault!!” 
Kira-kira begitulah terjemahannya, Pak polisi menunjukkan surat penangkapan, yang langsung diambil oleh si penjual dan dibuangnya ke tanah.
“Surat apa ini, ini semua omong kosong! Buang saja untuk makanan anjing!
Dia juga sempat mendorong kamera yang merekamnya..
Yah, anak muda yang berapi-api ini harus menanggung akibatnya, dia dibawa ke kantor polisi karena melawan petugas. 
Setelah Aceh, diego mengunjungi daerah lain. Kali ini Yogyakarta. Fenomena apa yang kira-kira diangkat di pusat kebudayaan Jawa ini? Apakah Kraton? atau Nyi Roro Kidul? Ternyata sangat jauh dari ekspektasi saya. Pada awal scene, Diego dicukur rambutnya oleh seorang perempuan berkerudung. Sekilas tidak ada yang aneh dari perempuan bernama Maryani ini. namun setelah di-shoot close up, rupanya Maryani adalah seorang waria! Selain Maryani, beberapa waria lain juga berkumpul di tempat itu. Ditambah seorang homo. Setelah rambut Diego selesai dicukur, Maryani keluar dari salonny dan mencopot papan nama salon. di balik papan tersebut ternyata tersembunyi papan nama lain yang bertuliskan : ‘Pondok Pesantren Khusus Waria’. Ternyata salon maryani berfungsi ganda sebagai pesantren, woww. Bahkan adzan juga dikumandangkan disini. Saat sholat berjamaah, para waria bebas memilih apakah mereka mau ikut shaf laki-laki atau perempuan. sesuai dengan keyakinan dan kenyamanan mereka. Sedangkan imam sholatnya dalah laki-laki tulen yang juga tokoh masyarakat di kampung setempat.


Kepada Diego, maryani bercerita bahwa kaum transgender disini mendapat perlakuan diskriminatif sehingga mereka sulit menjalankan ibadah di Masjid seperti muslim (atau muslimah?) pada umumnya. karena itu dia mendirikan pondok pesantren khusus waria agar mereka bisa menjalankan ibadah dengan tenang. Hehe. Diego juga sempat mengikuti pengajian Ibu-Ibu jejadian ini. Berkali-kali Indonesia disebut sebagai negara muslim yang moderat dan penuh toleransi. Mungkin liputan di Yogya juga bertujuan menunjukkan sisi ‘moderat’ lain dari negeri ini?

Selain Aceh dan Yogyakarta, tiga wilayah Indonesia lain juga diulas : jakarta, Kalimantan, dan Jawa Timur. Di jakarta Diego mengulas kawasan Real Estate untuk kelas atas bagi mereka yang masih hidup maupun yang sudah mati. Di kalimantan Diego berjumpa dengan relawan pemerhati lingkungan yang berjuang menyelamatkan orangutan yang semakin terancam. Sedangkan di Jatim, dia mendapat kesempatan mencicipi (maaf) tahi terlezat di dunia. Kalau ada waktu, saya akan ceritakan lagi liputan ketiga tempat ini.

Kamis, 11 Desember 2014

Sex, Lies & Cigarettes'

CINEMA OF LIFE

Post by : Imam septian Nugraha
prody: computer engineer



1.siapa icon rokok di amerika? dan mengapa rokok tidak populer di amerika ?

Icon rokok adalah Pada saat itu Marlboro man mengapa prusahaan rokok amerika mencantumkan icon Marlboro man?karena pada tahun 1870an amerika di sebut sebagai Negara cowboy di mana padasaat itu cowboy sedang tenar2nya juga amerika padasaat itu belum menerapkan label secara grafis peringatan pada rokok  yang mana hal tersebut merupakan suatu metode yang efektif untuk menginformasikan pada masyarakat akan bahaya rokok itulah mengapa saat itu rokok merajalela di amerika dan di gandrungi semua kalangan di amerika. Dan mengapa sekarang rokok tidak lagi populer di amerika?merokok telah dilarang di semua area umum di Kota Calabasas, Los Angeles. Calabasas merupakan kota satelit yang makmur di baratLembah San Fernando. Daerah ini telah menarik perhatian internasional karena merupakan daerah yang telah melarang orang merokok di ruang terbuka umum.Mereka yang melanggar akan dikenakan denda 500 dolar atau tuntutan hokum bila tertangkap merokok di wilayahlaranganmerokok.
Merokok telah dilarang di dalam ruangan untuk beberapa waktu, tapi sekarang juga telah berkembang kedaerah terbuka seperti trotoar, jalan, teras restoran, pusat perbelanjaan, sertatempat parkir.Itulah mengapa rokok tidak lagi tenar di amerika

2.Mengapa pembawa acara merasa Indonesia seperti Negara yang mundur?

Karena pembawa acara tersebut melihat Indonesia seperti amerika di awal ketenaran rokok yang merajalela,yang pada saat itu bisnis rokok di amerika sangat pesat dan jumlah perokok yang sangat tinggi ,dan ironinya dia juga melihat poster2/iklan rokok yang sangat banyak di Indonesia bahkan di media televisi,bandara,pedesaan,jalanan juga di temukan.

3.apakebohongan yang di sampaikan industry rokok?

pernyataan yang di kemukakan oleh prusaahan rokok terbesar  yang dimiliki oleh Philip morris yaitu bahwa target mereka memasarkan rokok di Indonesia adalah orang dewasa untuk umur 18 tahun keatas,tetapi kenyataannya tidak seperti itu dan diam-diam perusahaan rokok tsb mengemukakan target /investasi mereka adalah anak di bawah umur 18 tahun,dan pada saat itu perdebatan mengenai bahaya rokok juga di kemukakan dalam sidang di amerika “danmereka menyatakan bahwa nikotin tidak termasuk zat adikti” dan pernyataan tersebut menuai kontoversi di kalangan paradok terbaik di amerika maupun dunia.